Anyaman Bambu Bangli

Bangli terkenal dengan tanaman bambunya dan menjadi daerah penghasil kerajinan bambu di Bali.

Kerajinan bambu Bangli menjadi salah satu warisan kerajinan tradisi yang juga berbentuk cinderamata yang populer di Bali.

Anyaman ini bisa berupa keranjang, tas, tempat menaruh telur, dan masih banyak lagi.

Salah satu produk anyaman bambu yang populer di Bali adalah sokasi,memiliki bentuk dan corak yang khas. Umat Hindu di Bali sering menggunakan sokasi sebagai prasarana untuk persembahyangan dan tempat untuk membuat sesajen upacara atau banten.

Menurut Ni Nyoman Sumartini,seorang pengrajin sekaligus ketua kelompok pengrajin Mekarnadi di Banjar Tanggahan Peken, Desa Sulahan,Susut, Bangli kepada We Love With Love mengatakan, sokasi memiliki banyak varian ukuran dan bentuk. Dijelaskan juga teknik pengerjaan atau pembuatan sokasi yaitu melalui proses bambu dikupas (kerik), dijemur di bawah sinar matahari kurang lebih 1 hari, dicat sebagian warna putih dan sebagian warna bebas sesuai keinginan,kulit. Perut bambu dipisah lalu dianyam dan dibuat motif sedemikian rupa sehingga jadilah sokasi.
Untuk hasil yang lebih bagus, lebih halus dan rapi baik dari segi motif maupun warna serta bentuknya bahan sokasi menggunakan bambu dua ruas.

Berkat binaan dari dinas perindustrian,Ni Nyoman Sumartini terpacu untuk mengembangkan kelompok Mekarnadi,mulai dari pembinaan,pelatihan dan menjadi pengepul untuk hasil kerajinan anggotanya. Hasil binaan serta tekad yang kuat Ni Nyoman Sumartini anggota kelompok Mekarnadi yang berjumlah lebih dari 100 orang kini mampu meningkatkan produksi anyaman dengan berbagai jenis variasi Tetapi di era pandemi usaha ini tidak terlalu berjalan dengan baik, banyak para penganyam bambu Bangli yang tidak melanjutkan bisnisnya dikarenakan sepinya pembeli.

We Love With Love hadir, untuk membantu para usaha penganyam bambu Bangli agar bisa terus meneruskan anyaman tradisi ini. Dengan berdonasi melalui We Love With Love kita bisa membantu para UMKM kecil, pedagang kecil bahkan kita juga bisa membantu para seniman yang kehilangan pasar.

We Love With Love membantu para penganyam ini dengan mempromosikan produk-produk pengrajin melalui media sosial yang bisa meningkatkan penjualan dan juga meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang anyaman bambu Bangli di Bali.