NOVI ROLASTUTI, PENDIRI YAYASAN WE LOVE WITH LOVE - Jangan Putus Asa dengan Keterpurukan

Investor.id – Pandemi virus corona (Covid-19) yang mengakibatkan banyak terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal menuntut masyarakat untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menghadapi tantangan. Kondisi tersebut yang mendorong munculnya peluang usaha di kalangan wanita.

Pendiri Yayasan We Love With Love, Novi Rolastuti, mengatakan keterampilan menjadi modal utama untuk bangkit kembali dari kondisi keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

“Saya punya keingintahuan yang dalam terhadap bidang yang bukan menjadi major saya. Hal ini membuat saya terus tidak pernah berhenti belajar dan selalu ingin menghasilkan sebuah hasil yang optimal bahkan melebihi ekspektasi,” jelas Novi.

Menurut dia, keberhasilan akan bisa diraih jika kita tidak mengenal putus asa. “Jangan putus asa dengan keterpurukan kalau kita ingin menjadi seorang pengusaha, hanya orang-orang yang kuat, disiplin dan mau berjuang dengan hati itulah yang akan berhasil dan jangan takut dengan masa-masa sulit, positive thinking, berdoa serta bekerja dengan hati menjadi landasan berusaha,” ungkapnya.

Novi, yang dulunya pernah menjadi International Public Accountant di perusahaan yang cukup ternama, mengatakan apa pun pekerjaannnya apabila dilakukan dengan hati pasti akan berbuah manis dan materi pasti akan mengikuti. “Dalam berusaha maupun bekerja tidak ‘ngoyo’ untuk meminta gaji lebih maupun hasil yang lebih besar,” tambahnya.

Pada masa kini, ujarnya, menguasai keterampilan di beberapa bidang mampu menciptakan bermacam peluang usaha. Novi menegaskan perlunya semangat berjuang untuk berhasil menjadi seorang pengusaha.

Saat memulai usaha catering, ia sendiri yang menyebarkan brosur, berbelanja, memasak sendiri dan mengantarkan rantang catering ke rumah-rumah. Selain itu menjalankan usaha jasa rias pengantin hingga menjadi direktur sebuah perusahaan asing di Jakarta, yang awalnya dikembangkan oleh dirinya.

“Mengembangkan sebuah perusahaan bukan tanpa perjuangan banyak hal dikorbankan demi untuk memperbesar perusahaan dan demi karyawan karyawannya tergaji. Kepentingan karyawan dan keluarga karyawan lebih penting,” ujarnya. Bersyukur dengan modal pas-pasan akhirnya ia mendapat order yang luar biasa.

Menurut dia, sebagai pengusaha, kecukupan secara materi bukan menjadi sebuah tujuan akhir, tertapi turut menebarkan rasa silih asih silih asuh dan silih wangi kepada sesama dan alam semesta. Sebab manusia dilahirkan di dunia ini untuk menjalankan ajaran tertinggi yaitu kasih sayang, kebaikan dengan sesama dan alam semesta.

Ia berharap, keberadaan Yayasan We Love With Love yang didirikan pada November 2020 ini dapat menjadi wadah dalam berbagi kepada sesama atau pun melestarikan budaya bangsa dengan berbagai potensinya dengan mempertimbangkan keselarasan alam semesta tanpa melihat perbedaan.

Sumber : Investor.ID