Membuat produk itu mudah, menjualnya yang susah. Sebagian besar pengusaha tentu paham dengan slogan ini. Lebih-lebih di masa resesi ekonomi sekarang ini. Tidak terkecuali para pengrajin perak di Desa Celuk, Gianyar, Bali. Mereka sangat merasakan dampak sepinya wisatawan. “Penjualan turun sampai 75 persen,” keluh Putu Eka Putra, salah seorang pengrajin perak pada tim We Love with Love yang mengunjunginya untuk membantu mengenalkan kerajinan bali secara online.

Putu Eka sudah mulai menekuni cara membuat perhiasan perak selama sepuluh tahun. Awalnya hanya melihat orangtuanya membuat perhiasan, ia lalu mencicil membeli alat-alat, seperti penjepit, alat poles, dan kompor. Hingga kini Putu Eka bisa menyelesaikan satu macam anting atau cincin hanya selama tiga jam.

MEET OUR VOLUNTEERS

“Bekerja sebagai pengrajin tidak terikat waktu, saya bisa mengerjakannya dari rumah, itu yang membuat saya menyukai profesi ini,” ujar Putu Eka. Dengan modal keahliannya, Putu Eka biasa menerima pesanan langsung dari para tamu yang membawa desain perak yang mereka inginkan. “Para pelanggan datang dari Bali, Jakarta, hingga turis asing. Biasanya saya menemukan kesulitan saat desain yang mereka bawa adalah desain yang dibuat menggunakan mesin—tentu hasilnya tidak akan sama jika dikerjakan dengan tangan,” ujarnya.

Harga perak yang naik-turun membuat Putu Eka belum berani memasarkan produknya secara online. Meski kenaikan harga perak tidak drastis, tapi dia tidak punya cukup modal untuk membuat stok produk dan memasarkannya. “Bagaimana jika produk-produk tersebut tidak sesuai dengan selera pasar?” ujarnya.Kekhawatiran tersebut membuat Putu Eka saat ini ia hanya berharap dari pesanan yang datang.

Di era pandemik ini, hampir tidak ada order perak yang datang. Putu Eka mengandalkan teman-temannya sesama pengrajin ada yang mendapat order sehingga ia bisa meminta temannya memberikan sebagian order tersebut untuk ia kerjakan.

“Saya berharap ada pihak yang bisa membantu memasarkan kerajinan perak Desa Celuk. Bagaimana pun saya ingin menurunkan keahlian ini kepada anak-anak saya. Mereka pasti akan tertarik kalau melihat saya sukses sebagai pengrajin perak,” ujarnya. Tim Yayasan We Love With Love mengajak Anda untuk membantu Putu Eka mewujudkan keinginannya memperluas pasar bagi kerajinan perak Desa Celuk. Jika Anda ingin membantu langsung saja menghubungi kami di www.welovewithlove.com.