Rentannya Bisnis Pariwisata

Di era yang sedang sangat susah ini, dimana pandemi sedang menghantam perekonomian dunia, Indonesia khususnya Bali sangat merasakan dampaknya.

Bali yang adalah primadona sektor pariwisata di Indonesia sudah mengalami kerugian yang besar.

Hal ini disebabkan lumpuhnya sektor pariwisata di Bali dimana hotel, restoran & kafe, spot pariwisata, toko kerajinan, dan pentas seni, semuanya kehilangan pasarnya yaitu turis. Sepinya pengunjung mengakibatkan tidak adanya pemasukan untuk kelangsungan bisnis dan hidup bagi masyarakat yang mengandalkan sektor pariwisata di Bali.

Para pekerja kehilangan pekerjaan, dirumahkan dan bahkan kembali ke desanya karena tidak mampu membiayai kehidupannya di area pariwisata misalnya Kuta, Ubud, Nusa Dua dll.

Bagi para pengusaha dan pengrajin juga penuh dengan kekuatiran dimana mereka harus menutup toko sudah hampir setahun, tidak sedikit yang tidak melanjutkan kontrak toko, menurunkan harga sewa kamar penginapan sampai lebih dari 50 %, menjual murah hasil-hasil karya, mengubah bentuk bisnis dan bahkan menjual aset.

Saat ini ketika vaksin sudah mulai dilakukan, sektor pariwisata dan restoran mulai mencoba untuk buka kembali namun masih belum bisa sepenuhnya dikarenakan secara resmi pintu Bali bagi turis masih belum dibuka secara massal.

Tidak ada yang menyangka bahwa sektor pariwisata akan terpukul sedmikian hebatnya oleh pandemi. Namun dari semua ini kita belajar bahwa bisnis parawisata sangatlah rentan saat ini dan juga mungkin dikemudian hari, sehingga kita sangat perlu untuk lebih bijaksana menyikapi bisnis pariwisata di kemudian hari.

We Love With Love hadir di Bali, melihat langsung dan terlibat dalam kehidupan pengrajin-pengrajin serta berusaha untuk menjadi jembatan bagi para donatur dan para seniman, pengrajin dan berbagai sektor pariwisata lainnya di Bali. Secara kreatif hadir untuk membantu dan menjaga kelestarian seni di Bali yang terkena dampak pandemi ini melalui berbagai upaya dan karya untuk tetap mengaktifkan para pengrajin dan seniman serta menyebarkan karya-karya tersebut melalui media digital.

We Love With Love berusaha menyalurkan donasi dan dukungan sebaik mungkin kepada para seniman dan pengrajin usaha kecil menengah yang sedang berjuang melawan pandemi Covid-19 agar supaya tetap bisa survive sehingga ketika pariwisata dibuka kembali para pengrajin tetap penuh semangat dan siap dengan karya-karya yang dibuat selama pandemi.